Saya terlahir di dalam keluarga yang begitu kuat soal agama, tapi jujur saya bukan orang yang religius. yang saya tau saya lahir agama saya islam dan itu tertulis di KTP. Ga lebih dari itu. kalau ada istilah Islam KTP, itu saya. Bagi saya yang penting punya Agama. kalo ada yang nanya saya bisa jawab agama saya Islam.
Saya sadar saya & Agama saya sangat jauh. Saya memandang Agama dengan pandangan saya sendiri. Bagi saya beragama sama dengan berkewajiban. tapi seperti terselip sebuah paksaan didalam itu. seolah-olah apa yang ada dalam ajaran agama, semuanya harus dijalankan karna itu adalah kewajiban, menjalankan sebagai kewajiban atau tidak sama sekali.
Saya memenuhi persyaratan masuk ke dalam daftar penganut Islam KTP. saya tidak menjalankan shalat 5 waktu. saya tidak mebaca doa2. puasa saya bolong-bolong. sudah lebih dari 1 tahun saya tidak menyentuh Al-quran. Saya sangat buruk, Saya pendosa.
Saya selalu berfikir, kenapa berat menjalankan semuanya?apa susahnya berdiri 5 menit untuk shalat,sedangkan untuk bersenag2 saya punya waktu dari pagi sampai pagi lagi?kenapa saya jauh dari Agamaku?kenapa aku ga dekat dengan Tuhanku?bagaimana kalau besok aku mati?berapa banyak dosa saya?bagaimana saya mempertanggung jawabkan itu semua?apa saya tidak takut Tuhan?tidak takut neraka?
Saya seperti makhluk yang biadap. seolah ga mengenal siapa Tuhan?saya tidak mengenalnya oleh karena itu saya tidak bis adekat dengannya. Atau mungkin saya tidak mngenalnya tapi takut padanya?
Yang saya tau, saya selalu di doktrin tentang "takut Tuhan","dosa","neraka".
Dari kecil saya sudah terlalu kenyang dengan suguhan berupa Tayangan atau cerita bergambar tentang siksaan neraka. Neraka itu menakutkan.
Dari SMP Sampai Kuliah saya selalu menghindari pelajaran Agama. say bolos. baru hadir ketika ujian. dan selalu membuat guru ga bisa berkata apa2 begitu tau ayat2 pendek yang bisa saya hapal cuma 4. sedangkan yang lain 10. waktu kuliah, nilai agama semester 1 saya D- ,ini membuat orang satu rumah shock. semester 2 saya ingin mencoba memperbaiki. walaupun waktu masuk kelas nama saya di absen di lewatkan & dosennya ga mengenali saya. tapi ini pun cuma bertahan 2 minggu.
Saya seolah olah memerangi agama saya sendiri. setiap ada yang menasehati, saya cuma menjawab"dari SD juga uda belajar agama,saya tahu apa agama saya dan itu ga perlu dipelajari".
lihat..Angkuhnya saya terhadap agama saya sendiri. apakah Tuhan akan sedih melihat hambanya seperti ini?
Belum lagi saya harus melihat orang2 Islam fanatik di Timur Tengah yang memancung & mencambuk orang2 yang bersalah. Inikah cara Islam menghakimi.
ini semua menakutkan bagi saya. Agama, Tuhan..semuanya mengerikan.
apakah seseorang akan mencintai apa yang membuat mereka takut?yang ada malah menjauhinya.
yang saya sadari sekarang adalah semuanya butuh waktu, pelan2 & Tuhan akan menyentuh umatnya dengan lembut serta menghapuskan semua ketakutan, menghancurkan kerasnya hati seorang hambanya. yang saya sadari, semua salah.. salah mengenalkan anak pada dosa & neraka. jangan tanamkan itu di otakknya. karna semua hal mengerikan itu akan tumbuh bersama mereka. jika kalian para orang tua bisa mengenalkan Surga, kenapa harus dosa & neraka yang terus2an kalian ceritakan.
Mungkin dulu seandainya sayadi ajarkan bahwa Tuhan menyayangi umatnya, dia punya surga untuk umatnya yang baik,Tuhan akan memberikan pahala berlimpah jika kita berbuat kebaikan. mungkin saya tidak akan tumbuh seperti ini. saya pasti sangat amat mencintai agama & Tuhan saya. tapi saya tidak pernah menyalahkan ajaran orang tua saya. ini hanya masalah perbedaan cara berfikir.
nasehat terakhir yang saya dengar dari orang tua saya beberapa hari yang lalu :
paph : Ingat shalat, ibadah yang banyak. kalau kamu terus2an mengejar urusan dunia. itu ga ada habisnya. *dengan nada lembut*
momh : Coba kamu berdiri 5 menit buat shalat. kamu ga pernah berubah dari dulu. ga pernah punya niat untuk memperbaiki diri. *agak memerintah*
tidakkah semuanya seperti paksaan?saya selalu menegaskan, saya ga akan beribadah atas dasar paksaan. percuma saya beribadah tapi dengan ekspresi muka yang jutek, ga ikhlas. buaknkah sebuah Ibadah harusnya di landasi dengan niat yang ikhlas??
Buktinya sekarang? saya bisa kok memahami agama sedikit demi sedikit. ada perasaan sedih waktu ga bisa puasa. walau ga 5 waktu saya tetap shalat.
mungkin ini semua telat. tapi lebih baik telat kan daripada ga sama sekali?saya mau menjalani semuanya bukan hanya karena kewajiban yang kosong,tanpa hati. saya mau menjalaninya atas dasar karena saya mencintainya.
Mencintai Tuhan dan menjadikannya partner curhat nomor satu dalam hidup saya, susah sengang,air mata, tawa akan saya bagi dengan Nya terlebih dahulu.
saya ingin menyadarkan diri sendiri. sadar ketika saya sedang shalat saya sedang menghadapnya, ketika saya berdoa saya sedang berdialog dengannya, dan mungkin kalau suatu saat saya bisa naik haji semua itu bukan hanya sekedar karna saya mampu , tapi saya sadar, saya ada di sana ingin bertamu ke rumahnya.
Saya sedang dalam proses memperbaiki diri, pelan2 untuk merapatkan diri dalam pelukan Tuhan. Dan saya mulai jatuh cinta pada Agama & Tuhan saya.

Saya sadar saya & Agama saya sangat jauh. Saya memandang Agama dengan pandangan saya sendiri. Bagi saya beragama sama dengan berkewajiban. tapi seperti terselip sebuah paksaan didalam itu. seolah-olah apa yang ada dalam ajaran agama, semuanya harus dijalankan karna itu adalah kewajiban, menjalankan sebagai kewajiban atau tidak sama sekali.
Saya memenuhi persyaratan masuk ke dalam daftar penganut Islam KTP. saya tidak menjalankan shalat 5 waktu. saya tidak mebaca doa2. puasa saya bolong-bolong. sudah lebih dari 1 tahun saya tidak menyentuh Al-quran. Saya sangat buruk, Saya pendosa.
Saya selalu berfikir, kenapa berat menjalankan semuanya?apa susahnya berdiri 5 menit untuk shalat,sedangkan untuk bersenag2 saya punya waktu dari pagi sampai pagi lagi?kenapa saya jauh dari Agamaku?kenapa aku ga dekat dengan Tuhanku?bagaimana kalau besok aku mati?berapa banyak dosa saya?bagaimana saya mempertanggung jawabkan itu semua?apa saya tidak takut Tuhan?tidak takut neraka?
Saya seperti makhluk yang biadap. seolah ga mengenal siapa Tuhan?saya tidak mengenalnya oleh karena itu saya tidak bis adekat dengannya. Atau mungkin saya tidak mngenalnya tapi takut padanya?
Yang saya tau, saya selalu di doktrin tentang "takut Tuhan","dosa","neraka".
Dari kecil saya sudah terlalu kenyang dengan suguhan berupa Tayangan atau cerita bergambar tentang siksaan neraka. Neraka itu menakutkan.
Dari SMP Sampai Kuliah saya selalu menghindari pelajaran Agama. say bolos. baru hadir ketika ujian. dan selalu membuat guru ga bisa berkata apa2 begitu tau ayat2 pendek yang bisa saya hapal cuma 4. sedangkan yang lain 10. waktu kuliah, nilai agama semester 1 saya D- ,ini membuat orang satu rumah shock. semester 2 saya ingin mencoba memperbaiki. walaupun waktu masuk kelas nama saya di absen di lewatkan & dosennya ga mengenali saya. tapi ini pun cuma bertahan 2 minggu.
Saya seolah olah memerangi agama saya sendiri. setiap ada yang menasehati, saya cuma menjawab"dari SD juga uda belajar agama,saya tahu apa agama saya dan itu ga perlu dipelajari".
lihat..Angkuhnya saya terhadap agama saya sendiri. apakah Tuhan akan sedih melihat hambanya seperti ini?
Belum lagi saya harus melihat orang2 Islam fanatik di Timur Tengah yang memancung & mencambuk orang2 yang bersalah. Inikah cara Islam menghakimi.
ini semua menakutkan bagi saya. Agama, Tuhan..semuanya mengerikan.
apakah seseorang akan mencintai apa yang membuat mereka takut?yang ada malah menjauhinya.
yang saya sadari sekarang adalah semuanya butuh waktu, pelan2 & Tuhan akan menyentuh umatnya dengan lembut serta menghapuskan semua ketakutan, menghancurkan kerasnya hati seorang hambanya. yang saya sadari, semua salah.. salah mengenalkan anak pada dosa & neraka. jangan tanamkan itu di otakknya. karna semua hal mengerikan itu akan tumbuh bersama mereka. jika kalian para orang tua bisa mengenalkan Surga, kenapa harus dosa & neraka yang terus2an kalian ceritakan.
Mungkin dulu seandainya sayadi ajarkan bahwa Tuhan menyayangi umatnya, dia punya surga untuk umatnya yang baik,Tuhan akan memberikan pahala berlimpah jika kita berbuat kebaikan. mungkin saya tidak akan tumbuh seperti ini. saya pasti sangat amat mencintai agama & Tuhan saya. tapi saya tidak pernah menyalahkan ajaran orang tua saya. ini hanya masalah perbedaan cara berfikir.
nasehat terakhir yang saya dengar dari orang tua saya beberapa hari yang lalu :
paph : Ingat shalat, ibadah yang banyak. kalau kamu terus2an mengejar urusan dunia. itu ga ada habisnya. *dengan nada lembut*
momh : Coba kamu berdiri 5 menit buat shalat. kamu ga pernah berubah dari dulu. ga pernah punya niat untuk memperbaiki diri. *agak memerintah*
tidakkah semuanya seperti paksaan?saya selalu menegaskan, saya ga akan beribadah atas dasar paksaan. percuma saya beribadah tapi dengan ekspresi muka yang jutek, ga ikhlas. buaknkah sebuah Ibadah harusnya di landasi dengan niat yang ikhlas??
Buktinya sekarang? saya bisa kok memahami agama sedikit demi sedikit. ada perasaan sedih waktu ga bisa puasa. walau ga 5 waktu saya tetap shalat.
mungkin ini semua telat. tapi lebih baik telat kan daripada ga sama sekali?saya mau menjalani semuanya bukan hanya karena kewajiban yang kosong,tanpa hati. saya mau menjalaninya atas dasar karena saya mencintainya.
Mencintai Tuhan dan menjadikannya partner curhat nomor satu dalam hidup saya, susah sengang,air mata, tawa akan saya bagi dengan Nya terlebih dahulu.
saya ingin menyadarkan diri sendiri. sadar ketika saya sedang shalat saya sedang menghadapnya, ketika saya berdoa saya sedang berdialog dengannya, dan mungkin kalau suatu saat saya bisa naik haji semua itu bukan hanya sekedar karna saya mampu , tapi saya sadar, saya ada di sana ingin bertamu ke rumahnya.
Saya sedang dalam proses memperbaiki diri, pelan2 untuk merapatkan diri dalam pelukan Tuhan. Dan saya mulai jatuh cinta pada Agama & Tuhan saya.
*Kiss 'R'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar